Jawaban Cepat: Premi CAR untuk proyek Rp 1 miliar berkisar Rp 1,5 – 5 juta. Untuk proyek Rp 5 miliar, estimasinya Rp 7,5 – 25 juta. Angka ini adalah estimasi pasar — premi aktual ditentukan underwriter setelah mengevaluasi dokumen proyek spesifik Anda.
Catatan transparansi: Semua angka dalam artikel ini adalah estimasi pasar berdasarkan pengalaman kami menangani proyek di Yogyakarta. Premi resmi hanya dapat ditetapkan setelah underwriter mengevaluasi dokumen proyek (RAB, gambar teknis, schedule). Kami tidak menjamin angka di bawah ini berlaku untuk proyek Anda — gunakan sebagai acuan awal saja.
Tabel Estimasi Premi CAR Berdasarkan Nilai Kontrak
Berikut rentang premi berdasarkan skala proyek, menggunakan rate pasar yang berlaku untuk jenis pekerjaan sipil standar di wilayah Yogyakarta:
| Nilai Kontrak | Rate Min | Rate Maks | Estimasi Premi | Tipikal Proyek |
|---|---|---|---|---|
| Rp 100 – 500 juta | 0,20% | 0,50% | Rp 200 rb – Rp 2,5 juta | Proyek kecil: renovasi, rumah tinggal, infrastruktur dasar |
| Rp 500 juta – Rp 2 miliar | 0,18% | 0,45% | Rp 900 rb – Rp 9 juta | Ruko, gedung 2–3 lantai, jalan desa, drainase kota |
| Rp 2 – 10 miliar | 0,15% | 0,40% | Rp 3 juta – Rp 40 juta | Gedung 4–8 lantai, sekolah, puskesmas, jembatan standar |
| Rp 10 – 50 miliar | 0,15% | 0,35% | Rp 15 juta – Rp 175 juta | Hotel, kampus, RS, infrastruktur jalan provinsi/nasional |
| Di atas Rp 50 miliar | Negosiasi | Negosiasi | Negosiasi langsung | Rate ditentukan underwriter berdasarkan dokumen proyek lengkap |
* Estimasi untuk polis CAR tanpa perluasan Gempa/Banjir dan dengan limit TPL standar Rp 500 juta. Penambahan perluasan dan peningkatan limit TPL akan meningkatkan premi.
** Rate untuk proyek di atas Rp 50 miliar ditentukan case-by-case oleh underwriter.
Apa Saja yang Membentuk Premi CAR?
Premi CAR bukan satu angka tunggal — melainkan akumulasi dari beberapa komponen dan perluasan yang dipilih. Memahami ini membantu Anda mengoptimalkan cakupan tanpa membayar lebih dari yang dibutuhkan:
Kerusakan fisik pekerjaan, material di lokasi, dan peralatan konstruksi milik kontraktor
Kerusakan properti pihak ketiga atau cedera warga akibat pekerjaan konstruksi
Kerusakan akibat gempa bumi — sangat dianjurkan untuk seluruh wilayah DIY
Kerusakan akibat banjir, luapan sungai, atau genangan air — relevan untuk lokasi di bantaran sungai
Riot, Strike, Malicious Damage — kerusakan akibat kerusuhan, pemogokan, atau vandalisme
Menambahkan nama pemilik proyek (owner) sebagai co-insured — wajib untuk proyek pemerintah
Insurer melepas hak menuntut balik pihak lain — biasanya disyaratkan kontrak EPC
8 Faktor yang Menentukan Rate CAR Anda
Dua proyek dengan nilai kontrak yang sama bisa mendapat premi yang sangat berbeda. Ini adalah faktor-faktor yang paling berpengaruh pada rate yang ditetapkan underwriter:
Pekerjaan sipil standar (pondasi, dinding, atap) = rate dasar. Pekerjaan bawah tanah, terowongan, atau di atas air = rate lebih tinggi. Pekerjaan finishing ringan = rate bisa lebih rendah.
Proyek di kawasan rawan bencana seperti lereng Merapi (Sleman utara), pesisir selatan (Bantul, Kulon Progo), atau daerah subsidence di Kota Jogja akan mendapat loading rate dari underwriter.
Premi dihitung per periode (biasanya per tahun). Proyek lebih dari 12 bulan akan dikenai premi proporsional. Masa pemeliharaan biasanya sudah termasuk dalam paket, namun beberapa insurer mengenakan premi terpisah.
Third Party Liability melindungi kontraktor jika ada kerusakan properti atau cedera warga sekitar proyek. Limit TPL yang lebih besar (Rp 500 juta vs Rp 2 miliar) akan meningkatkan premi secara proporsional.
Perluasan seperti jaminan Gempa Bumi, Banjir, RSMD (Riot, Strike, Malicious Damage), atau Waiver of Subrogation akan meningkatkan premi. Wajib dikonfirmasi apakah perluasan ini disyaratkan dalam kontrak.
Kontraktor dengan riwayat klaim bersih atau yang sudah berlangganan polis CAR lebih dari 3 tahun di perusahaan yang sama biasanya mendapat No-Claim Discount (NCD) atau loyalty rate.
Semakin besar deductible yang bersedia ditanggung sendiri oleh kontraktor, semakin rendah premi yang dibayar. Ini strategi yang baik untuk kontraktor besar dengan cash flow kuat.
Underwriter akan mengevaluasi apakah nilai pertanggungan yang diajukan masuk akal. Jika terlalu rendah (underinsurance), insurer bisa meminta koreksi naik atau menolak polis.
Contoh Perhitungan Nyata — 3 Proyek di Yogyakarta
Berikut ilustrasi perhitungan premi berdasarkan profil proyek nyata yang pernah kami tangani di Yogyakarta. Nama proyek dan angka telah dibulatkan untuk kerahasiaan:
Premi proporsional untuk 18 bulan (×1,5 dari rate tahunan). Sudah termasuk TPL Rp 1 M dan jaminan Gempa-Banjir. Masa pemeliharaan 12 bulan sudah termasuk.
Proyek jalan dengan durasi pendek dan risiko terbatas mendapat rate lebih rendah. Tanpa perluasan gempa/banjir karena pekerjaan di atas permukaan.
Rate lebih tinggi karena: (1) kawasan padat kota dengan risiko dampak ke pihak ketiga lebih besar, (2) perluasan gempa wajib, (3) pekerjaan MEP + finishing premium meningkatkan nilai restorasi jika terjadi klaim.
Tips Mengoptimalkan Biaya Premi CAR
Premi yang murah bukan selalu yang terbaik — tapi premi yang tepat untuk cakupan yang dibutuhkan adalah target yang bisa dicapai dengan strategi yang benar:
Siapkan dokumen proyek selengkap mungkin sejak awal
Underwriter yang mendapat RAB detail, gambar teknis, dan schedule akurat akan memberikan rate lebih kompetitif dibanding proyek yang dokumennya kurang lengkap — karena risiko lebih terukur.
Jangan ambil perluasan yang tidak disyaratkan kontrak
Gempa Bumi, RSMD, dan Waiver of Subrogation menambah premi. Cek dulu apakah klausul-klausul ini benar-benar diwajibkan dalam kontrak Anda. Jika tidak, cakupan standar sudah memadai.
Pertimbangkan deductible lebih tinggi untuk proyek risiko rendah
Kontraktor dengan cash flow sehat dan proyek risiko rendah (finishing, renovasi ringan) bisa memilih deductible lebih besar untuk menekan premi — karena kemungkinan klaim kecil tetap ditanggung sendiri.
Gunakan praktisi yang bernegosiasi langsung dengan underwriter
Tidak semua broker/agen memiliki akses negosiasi langsung. Kami di Asuransi Jogja bernegosiasi ke underwriter atas nama klien, bukan hanya meneruskan penawaran dari sistem.
Konsolidasi proyek dalam Annual CAR jika volume tinggi
Kontraktor yang mengerjakan banyak proyek dalam setahun bisa mempertimbangkan Annual CAR atau Open Cover — satu polis untuk semua proyek dengan rate global yang lebih efisien.
Ceritakan nilai kontrak, jenis pekerjaan, lokasi, dan durasi proyek Anda — kami siapkan estimasi premi dalam 1 hari kerja. Gratis, tanpa komitmen.
Pertanyaan Seputar Premi CAR
Apakah premi CAR bisa dinegosiasi?+
Ya, sampai batas tertentu. Rate CAR ditentukan oleh underwriter berdasarkan profil risiko proyek — namun kontraktor dengan track record bersih, nilai deductible yang lebih besar, atau volume bisnis yang signifikan memiliki ruang negosiasi. Praktisi kami bernegosiasi langsung dengan underwriter atas nama klien, bukan sekadar meneruskan penawaran.
Kenapa rate penawaran dari satu insurer bisa sangat berbeda dengan insurer lain?+
Setiap perusahaan asuransi memiliki appetite underwriting yang berbeda — ada yang lebih suka proyek infrastruktur, ada yang fokus ke gedung komersial. Selain itu, beberapa insurer menerapkan loading untuk lokasi tertentu (misalnya Kulon Progo bagian selatan) sementara yang lain tidak. Oleh karena itu kami selalu meminta penawaran dari beberapa insurer untuk mendapatkan kombinasi cakupan terbaik dengan premi paling kompetitif.
Apakah premi CAR sudah termasuk jaminan alat berat?+
Tidak otomatis. Polis CAR standar mencakup Plant & Equipment milik kontraktor yang digunakan di lokasi proyek — namun biasanya dengan sub-limit tertentu. Untuk alat berat sewa atau dengan nilai tinggi (excavator, crane tower), disarankan menambah endorsement khusus atau polis Contractor's Plant & Equipment (CPE) terpisah.
Bisakah premi CAR dikembalikan jika proyek selesai lebih awal?+
Bisa, dalam bentuk short-rate refund. Jika proyek selesai lebih awal dari periode polis, kontraktor dapat mengajukan pengembalian premi pro-rata (dikurangi biaya administrasi). Syaratnya: tidak ada klaim aktif, polis masih berlaku, dan diajukan sebelum polis berakhir.
Apa perbedaan deductible per kejadian vs deductible agregat dalam polis CAR?+
Deductible per kejadian berarti setiap klaim individual dikurangi nilai deductible tersebut — misalnya deductible Rp 5 juta, dan ada 3 klaim masing-masing Rp 20 juta, maka setiap klaim dipotong Rp 5 juta. Deductible agregat membatasi total deductible dalam satu periode polis. Untuk proyek dengan banyak pekerjaan kecil, deductible agregat lebih menguntungkan kontraktor.
Pelajari Lebih Lanjut