AsuransiJogja
AsuransiJogja
BerandaArtikelPremi Asuransi CAR Jogja
🏗️ Contractor All Risk·Panduan Biaya & Premi

Premi Asuransi CAR Jogja 2025 —
Berapa Biaya Contractor All Risk?

Pertanyaan pertama setiap kontraktor sebelum membeli asuransi CAR adalah: berapa preminya? Panduan ini menjawab secara lengkap dan transparan — termasuk tabel estimasi, faktor penentu rate, dan strategi mendapatkan premi paling efisien.

✍️ Rio MD — Konsultan Asuransi Kerugian·📅 Diperbarui Juni 2025·⏱️ Baca 6 menit

Ringkasan: Premi asuransi Contractor All Risk (CAR) di Yogyakarta berkisar antara 0,15% hingga 0,5% dari nilai kontrak per tahun. Untuk proyek senilai Rp 1 miliar, estimasi premi sekitar Rp 1,5 – 5 juta per tahun. Besaran premi dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, lokasi, limit TPL, deductible, dan track record klaim kontraktor.

Tabel Estimasi Premi CAR Berdasarkan Nilai Proyek

Berikut estimasi premi CAR untuk berbagai skala proyek konstruksi di Yogyakarta. Angka ini menggunakan rate pasar 0,15–0,5% sebagai panduan awal sebelum mendapatkan penawaran resmi dari perusahaan asuransi.

Nilai KontrakPremi Min/TahunPremi Maks/TahunContoh Proyek
Rp 100 jutaRp 150.000Rp 500.000Proyek kecil: renovasi, ruko, rumah tinggal
Rp 500 jutaRp 750.000Rp 2.500.000Proyek menengah: ruko besar, gudang, kos
Rp 1 miliarRp 1.500.000Rp 5.000.000Proyek hotel bintang, kampus, perkantoran
Rp 5 miliarRp 7.500.000Rp 25.000.000Proyek rumah sakit, pusat perbelanjaan
Rp 10 miliarRp 15.000.000Rp 50.000.000Proyek infrastruktur, gedung besar
Rp 50 miliarRp 75.000.000Rp 200.000.000Proyek skala besar — perlu negosiasi khusus

* Estimasi berdasarkan rate pasar 0,15–0,5%. Premi aktual ditentukan perusahaan asuransi setelah review dokumen proyek dan bisa lebih rendah dari estimasi ini.

Komponen yang Membentuk Total Premi CAR

Premi yang Anda bayar bukan hanya satu angka — ada beberapa komponen yang dijumlahkan. Memahami ini membantu Anda membandingkan penawaran antar perusahaan asuransi secara setara.

1
Premi Section I (Material Damage)
% dari nilai kontrak (sum insured)
Komponen utama — menanggung kerusakan fisik proyek
2
Premi Section II (TPL)
% dari limit TPL yang dipilih
Menanggung klaim pihak ketiga — wajib untuk proyek perkotaan
3
Biaya Polis & Administrasi
Flat per polis
Biaya penerbitan polis, materai, dan administrasi
4
Biaya Survei (jika ada)
Tergantung perusahaan
Untuk proyek di atas nilai tertentu atau lokasi khusus
5
Pajak Premi (PPN)
11% dari total premi
Wajib sesuai regulasi perpajakan Indonesia

6 Faktor Utama yang Menentukan Besar Premi CAR Anda

Dua proyek dengan nilai kontrak yang sama bisa mendapatkan premi yang sangat berbeda. Ini karena underwriter perusahaan asuransi mengevaluasi enam faktor risiko berikut:

🏗️

1. Jenis Pekerjaan

Rate bisa berbeda 30–50% antar jenis pekerjaan

Pekerjaan sipil murni (gedung, jalan) cenderung mendapatkan rate lebih rendah dibanding pekerjaan MEP (mekanikal-elektrikal-plumbing) atau pekerjaan berisiko tinggi seperti jembatan layang dan terowongan.

📍

2. Lokasi Proyek

Loading 10–25% untuk lokasi padat

Proyek di kawasan padat perkotaan Yogyakarta (Malioboro, Kota Gede) memiliki risiko TPL lebih tinggi karena kepadatan properti dan pejalan kaki. Proyek di pinggiran kota cenderung mendapatkan rate lebih rendah.

📅

3. Durasi Proyek

Proyek >18 bulan bisa dapat rate lebih efisien

Polis CAR dihitung per tahun. Proyek yang melewati satu tahun diperhitungkan secara proporsional. Proyek dengan durasi lebih panjang biasanya mendapatkan sedikit diskon karena spread risiko lebih baik.

🛡️

4. Limit TPL Section II

Setiap Rp 10 miliar limit TPL menambah premi signifikan

Semakin besar limit tanggung jawab pihak ketiga yang dipilih, semakin besar premi. Untuk proyek di area padat, limit TPL Rp 10–25 miliar sangat dianjurkan meski menambah biaya premi.

💸

5. Deductible (Own Risk)

Deductible lebih tinggi bisa pangkas premi 10–20%

Deductible adalah bagian kerugian yang ditanggung sendiri per klaim. Memilih deductible lebih tinggi (misal Rp 25 juta vs Rp 5 juta) bisa mengurangi premi secara signifikan — cocok untuk kontraktor besar yang sanggup tanggung risiko kecil sendiri.

📋

6. Track Record Klaim

NCD bisa mencapai 10–15% dari premi

Kontraktor dengan riwayat klaim bersih selama 3–5 tahun bisa mendapatkan No Claim Discount (NCD) atau experience rating adjustment dari perusahaan asuransi. Ini keuntungan nyata dari konsistensi manajemen risiko yang baik.

5 Strategi Mendapatkan Premi CAR Paling Efisien

Premi CAR bisa berbeda signifikan tergantung strategi pengadaan dan negosiasi yang Anda lakukan. Berikut cara-cara yang terbukti efektif:

1
Bandingkan dari Beberapa Perusahaan Asuransi

Rate CAR bisa berbeda 20–40% antar perusahaan asuransi untuk risiko yang sama. Konsultan independen seperti kami membandingkan dari banyak perusahaan sekaligus — tanpa biaya tambahan.

2
Pilih Deductible yang Lebih Tinggi

Jika proyek Anda memiliki tim K3 yang kuat dan jarang klaim, pilih deductible lebih tinggi untuk memotong premi. Strategi ini cocok untuk kontraktor besar yang mengelola risiko sendiri.

3
Manfaatkan Track Record Klaim Bersih

Dokumentasikan riwayat klaim Anda. Jika tidak ada klaim selama 3 tahun terakhir, Anda berhak meminta NCD atau rate yang lebih kompetitif saat perpanjangan.

4
Annual Policy untuk Multi-Proyek

Kontraktor yang mengerjakan banyak proyek dalam setahun bisa menggunakan Annual CAR atau Open Cover — satu polis untuk semua proyek, premi lebih efisien per proyek.

5
Sesuaikan Nilai Pertanggungan dengan Tepat

Under-insured (nilai pertanggungan terlalu kecil) berisiko saat klaim. Over-insured (terlalu besar) hanya membuang premi. Review nilai kontrak yang tepat bersama konsultan.

Contoh Kalkulasi Nyata: Proyek Hotel Rp 3 Miliar di Sleman

📋 Skenario Proyek
Jenis ProyekPembangunan Hotel Melati 3 lantai
Nilai KontrakRp 3.000.000.000
LokasiSleman, DIY (area semi-padat)
Durasi18 bulan
Limit TPLRp 10 miliar
DeductibleRp 10 juta per klaim
💰 Estimasi Komponen Premi
Section I — Material Damage (rate 0,25%)Rp 7.500.000
Section II — TPL Rp 10M (flat approx)Rp 3.500.000
Biaya polis & administrasiRp 500.000
Sub-total premiRp 11.500.000
PPN 11%Rp 1.265.000
Total Premi / TahunRp 12.765.000

* Angka ini adalah simulasi. Premi aktual ditentukan underwriter setelah review dokumen proyek lengkap.

Hitung Estimasi Premi Proyek Anda

Gunakan kalkulator premi CAR kami atau konsultasikan langsung untuk mendapatkan penawaran resmi dari beberapa perusahaan asuransi terkemuka.

Pertanyaan Umum tentang Premi CAR

Berapa premi CAR untuk proyek Rp 1 miliar?+

Estimasi premi CAR untuk proyek Rp 1 miliar berkisar Rp 1,5–5 juta per tahun (rate 0,15–0,5%). Rate dipengaruhi jenis pekerjaan, lokasi, limit TPL yang diambil, dan masa pemeliharaan. Hubungi kami untuk penawaran resmi dengan dokumen proyek.

Apakah premi CAR termasuk dalam biaya overhead proyek?+

Ya, premi asuransi CAR umumnya dimasukkan sebagai bagian dari biaya umum dan overhead proyek dalam RAB. Ini adalah biaya yang wajar dan dapat dibebankan ke nilai proyek sesuai kesepakatan kontrak.

Apakah premi CAR bisa dicicil?+

Beberapa perusahaan asuransi mengizinkan pembayaran premi secara bertahap (triwulanan atau semesteran) untuk proyek berdurasi lebih dari 12 bulan. Namun persyaratan dan kebijakan setiap perusahaan asuransi berbeda. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Apa yang terjadi jika proyek selesai lebih cepat dari jadwal?+

Jika proyek selesai lebih cepat dari periode polis, Anda bisa mengajukan pengembalian premi (return of premium) secara proporsional untuk sisa periode yang tidak terpakai. Ini berlaku selama tidak ada klaim selama periode berjalan.

Siap Mendapatkan Penawaran
Premi CAR Terbaik?

Konsultasi gratis — ceritakan proyek Anda, kami bandingkan penawaran dari beberapa perusahaan asuransi terkemuka dan rekomendasikan yang paling efisien.

💬 Konsultasi Premi CAR via WhatsApp